« »

PEMBANGUNAN PERANGKAT LUNAK UNTUK MELAKUKAN MIGRASI DATA PADA BASIS DATA MS ACCESS KE MySQL DAN ORACLE


Abstrak
Pesatnya perkembangan perangkat lunak Sistem Manajemen Basis Data  (Database Management System - DBMS) pada saat ini banyak sekali pilihan produknya. Dengan beragamnya pilihan produk DBMS menjadikan kehadiran akan kebutuhan perangkat lunak yang dapat melakukan migrasi data dari satu produk ke produk lain sangat diperlukan. Migrasi data dapat diartikan sebagai melakukan suatu proses perpindahan data yang ada di dalam basis data sedemikian rupa, sehingga data dapat digunakan lagi dengan menggunakan perangkat lunak DBMS lain yang berbeda.
Migrasi data pada penelitian ini merupakan sebuah proses untuk memindahkan data berupa obyek tabel atau relasi dengan atau tanpa relationships yang ada pada basis data Microsoft Access ke basis data MySQL dan Oracle. Selama proses migrasi data, perangkat lunak melakukan konversi obyek tabel yang ada pada basis data sumber ke dalam dokumentasi berformat SQL. Hasil dari konversi tersebut kemudian di upload ke basis data tujuan sesuai yang dipilih.

Kata Kunci: Basis data, DBMS, Migrasi data, Skema relasi, Microsoft Access, MySQL dan Oracle



1.      Pendahuluan
Perkembangan perangkat lunak manajemen basis data (Database Management System - DBMS) pada saat ini banyak sekali pilihan produknya. Beragam produk DBMS telah hadir untuk ukuran yang terpadu mulai dari aplikasi skala kecil hingga skala besar (enterprise), bentuk pemodelannya, komersial atau free, open source dan sebagainya.
Adakalanya pengelola (administrator) basis data harus memindahkan data dari produk DBMS yang satu ke dalam produk DBMS yang lain. Hal ini dapat disebabkan karena pengelola basis data mengganti perangkat lunak yang selama ini digunakan, atau memperoleh data dari luar untuk digabung dengan data yang sudah ada, namun data yang masuk menggunakan perangkat lunak yang berbeda dari yang digunakan selama ini.
Pada kasus di atas maka pengelola harus melakukan suatu proses yang disebut migrasi data. Migrasi data dapat diartikan sebagai melakukan suatu proses perpindahan data yang ada di dalam basis data sedemikian rupa sehingga data dapat digunakan lagi dengan menggunakan perangkat lunak (DBMS) lain yang berbeda.

2.      Identifikasi Masalah
Berdasarkan pada latar belakang yang ada, maka identifikasi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana cara membangun perangkat lunak untuk melakukan proses migrasi data pada basis data MS Access ke basis data MySQL dan Oracle.

3.      Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian antara lain :
  1. Melakukan migrasi data tanpa mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada basis data aslinya.
  2. Menjaga konsistensi dan keutuhan struktur skema tabel hasil dari migrasi data khususnya pada pemetaan tipe data, agar sesuai dengan struktur yang ada pada basis data aslinya.
  3. Perangkat lunak dapat melakukan proses konversi data sebelum dilakukan proses upload data yaitu memasukan data hasil konversi ke basis data tujuan.
  4. Perangkat lunak dapat menghasilkan dokumentasi berformat SQL dari proses konversi, yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam back up data.
4.      Batasan Masalah
Berdasarkan pada penelitian dalam pembangunan perangkat lunak, Penulis membatasi masalah sebagai berikut :
  1. Perangkat lunak yang dibuat hanya dapat melakukan proses migrasi data pada basis data MS Access ke basis data MySQL dan Oracle.
  2. Proses migrasi data tidak dapat melakukan proses sebaliknya yang ada pada point (1) di atas.
  3. Data yang dimigrasikan berupa objek tabel beserta record-record yang ada di dalamnya.
  4. Dokumentasi format SQL hasil dari konversi hanya berisi sintaks yang berupa perintah DDL (create, alter, drop) dan perintah DML (insert).
  5. Metodologi analisis yang digunakan adalah metode orientasi obyek dengan menggunakan perkakas pemodelan perangkat lunak UML.
  6. Pada penelitian ini produk DBMS yang digunakan adalah Microsoft Acess 2003, MySQL v5.0.2 dan Oracle 10g.

5.   Analisis Pemetaan Skema Relasi
      Analisis yang akan dibahas dalam hal ini dititikberatkan pada analisis terhadap pemetaan tipe data dari struktur skema relasi basis data MS Access ke tipe data pada struktur skema relasi basis data di MySQL maupun Oracle.
      Tabel atau relasi yang ada pada basis data MS Access dalam proses migrasi terlebih dahulu dikonversikan ke dalam sebuah format SQL yang berisi perintah DDL (Create Table, Drop Table) dan perintah DML (Insert). Isi format tersebut harus sesuai dengan penulisan sintaks SQL yang didukung oleh kedua basis data tujuan.
      Penggunaan tipe data untuk pengembangan basis data di masing-masing DBMS berbeda-beda, tetapi masih menggunakan dasar tipe data yang sama menurut skalar standar ISO. Pemilihan tipe data untuk struktur skema relasi atau tabel yang cocok menyebabakan kinerja basis data menjadi optimal dan menjaga penggunaan ruang disk yang efisien.

      Berikut penulisan sintaks SQL dalam format MySQL yang nantinya dihasilkan dari proses konversi. Urutan penulisan sintaks SQL tersebut dimulai dari perintah Drop Table, Create Table serta diakhiri dengan perintah Insert.
1.      Perintah Drop Table berfungsi untuk menghapus suatu tabel pada basis data, penulisan sintaksnya adalah sebagai berikut :
      Drop Table If Exists nama_tabel;
2.      Isi dalam format SQL tersebut diteruskan dengan perintah pembuatan skema relasi dengan penulisan sintaksnya adalah sebagai berikut :
      Create Table nama_tabel (
   [Primary key (nama_kolom),]
   nama_kolom_1 tipe data [(ukuran)] [Not Null] [Default ‘nilai’],
   nama_kolom_2 tipe data [(ukuran)] [Not Null]   [Default ‘nilai’],
   ...,
   nama_kolom_n tipe data [(ukuran)] [Not Null] [Default ‘nilai’]
   );
3.      Perintah SQL terakhir yang digunakan adalah perintah Insert yang berfungsi untuk memasukan record ke dalam skema relasi yang telah dibuat. Penulisan sintaks yang digunakan adalah sebagai berikut :
      Insert Into nama_tabel Values (nilai_1, nilai_2, ..., nilai_n);
      Penggunaan tipe data untuk masing-masing kolom yang ada pada tabel di basis data MS Access setelah dikonversikan harus disesuaikan dengan tipe data yang didukung oleh MySQL. Pada Tabel 5.1 di bawah ini memetakan hasil konversi skema relasi untuk tipe data yang didukung MS Access ke dalam tipe data yang didukung MySQL.

Tabel 5. SEQ Tabel_3. \* ARABIC 1  Pemetaan tipe data MS Access ke MySQL
Tipe Data MS Access
Tipe Data MySQL
Boolean(yes/no)
Smallint
Currency
Decimal
Date/Time
Datetime
LongBinary
Blob
Memo
Longblob
Number(Byte)
Tinyint
Number(Double)
Double
Number(Integer)
Int
Number(Single)
Float
Number(Long Integer)
Integer/Int
Text
Varchar

      Berikut penulisan sintaks SQL dalam format yang didukung oleh Oracle yang nantinya akan dihasilkan dari proses konversi. Urutan penulisan sintaks SQL tersebut dimulai dari perintah Drop Table, Create Table, Alter Session serta diakhiri dengan perintah Insert.
1.      Perintah Drop Table berfungsi untuk menghapus suatu tabel pada basis data, penulisan sintaksnya adalah sebagai berikut :
      Drop Table nama_tabel;
2.      Isi dalam format SQL tersebut diteruskan dengan perintah pembuatan skema relasi dengan penulisan sintaksnya adalah sebagai berikut :
      Create Table nama_tabel (
   Constraint ­nama_constraint Primary key (nama_kolom),
   nama_kolom_1 tipe data [(ukuran)][Not Null],
   nama_kolom_2 tipe data [(ukuran)][Not Null],
   ...,
   nama_kolom_n tipe data [(ukuran)][Not Null]
   );
3.      Penggunaan perintah Alter Session pada format SQL di Oracle berfungsi untuk mengembalikan format tampilan nilai Date ke format default. NLS pada perintah tersebut berarti National Language Standard dengan penulisan sintaks selengkapnya adalah sebagai berikut:
      Alter Session Set nls_date_format = ’DD-MON-YYYY’;
4.   Perintah SQL terakhir yang digunakan adalah perintah Insert yang berfungsi untuk memasukan data ke dalam skema relasi yang telah dibuat. Penulisan sintaks yang digunakan adalah sebagai berikut:
      Insert Into nama_tabel Values (nilai_1, nilai_2, ..., nilai_n);
      Pada Tabel 5.2 di bawah ini memetakan hasil konversi skema relasi untuk tipe data yang didukung MS Access ke dalam tipe data yang didukung Oracle.

Tabel 5. SEQ Tabel_3. \* ARABIC 2  Pemetaan tipe data MS Access ke Oracle
Tipe Data MS Access
Tipe Data Oracle
Boolean(yes/no)
Number
Number(Byte)
Number
Number(Double)
Float
Number(Integer)
Number
Number(Single)
Float
Number(Long Integer)
Number
Currency
Number
LongBinary
Blob
Memo
Clob
Date/Time
Date
Text
Varchar2

6.   Perancangan Sistem
            Perangkat lunak migrasi data adalah sebuah program atau perangkat lunak yang dibangun guna melakukakan migrasi data yang ada pada vendor DBMS Microsoft Access ke vendor DBMS lainnya yang berbeda, yaitu MySQL dan Oracle. 
6.1  Pemodelan Sistem
      Pada  Gambar 6.1 diagram use case di bawah, terdapat beberapa interaksi antara actor dengan use case yang ada. Interaksi tersebut menggambarkan secara global proses kerja dari perangkat lunak yang dibangun.


6.2  Arsitektur Sistem
Pada Gambar 6.2 di bawah ini merupakan arsitektur dari perangkat lunak migrasi basis data yang akan diimplementasikan.


7.   Pengujian
      Pengujian perangkat lunak ini menggunakan metode pengujian black box. Pengujian black box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak yang diimplementasikan.
      Berikut rencana pengujian untuk melakukan migrasi data dari basis data MS Access ke basis data MySQL dan Oracle dengan menggunakan perangkat lunak yang diimplementasikan, lihat Tabel 7.1.

Tabel 7.1 Rencana pengujian pada perangkat lunak
Kelas Uji
Butir Uji
Input Parameter Awal
Input basis data sumber
Pilih basis data tujuan
Menentukan path dan nama file untuk output
Proses Konversi Data
Login ke MS Access
Pilih tabel
Tentukan nama constraint
Proses Upload Data
Upload data ke MySQL
Upload data ke Oracle
Setting Program
Setting program untuk input/output
Setting program untuk login ke MySQL
Setting program untuk login ke Oracle

8.   Kesimpulan
      Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Penulis mengenai pembangunan perangkat lunak untuk melakukan migrasi data dari basis data MS Acces ke basis data MySQL dan Oracle, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Keutuhan struktur data pada basis data sumber tetap terjaga.
2.      Pada proses migrasi data, menghasilkan dua proses sesuai yang di harapkan yaitu proses konversi data dan proses upload data.
3.      Hasil konversi data ke dalam dokumentasi dapat dijadikan sebagai back up data.
4.      Dari hasil pengujian, struktur skema relasi dengan data/record yang ada di dalamnya telah sesuai dengan basis data aslinya.

9. Daftar Pustaka
[1]  Heriyanto, Bambang. 2004.  Sistem Manajemen Basisdata Pemodelan, Perancangan dan Terapanya. Informatika. Bandung.
[2] Fathansyah.2002. Buku Teks Ilmu Komputer Basis Data. Informatika Bandung.
[3] Tarigan, Edi Prima. 2003.  Menguasai Oracle SQL Mencangkup Oracle 8i/9i. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.
[4] Budhiharto, Widodo dan Rahadi, Saftian. 2005. Aplikasi Basis data Oracle 10g dengan VB6/VB.Net. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.
[5] Rusmawan, Uus. 2005. Merancang Koneksi Basis data dalam Visual Basic 6.0. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.
[6] MADCOMS. 2002. Seri Panduan Pemrograman Basis data Visual Basic 6.0 Dengan Crystal Reports. Penerbit Andi. Yogyakarta.
[7] Kurniawan, Yahya. 2004. Belajar Sendiri Microsoft Office Access 2003. Elex Media Komputindo. Jakarta.
[8] Pressman, Roger S. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak. Penerbit Andi. Yogyakarta.
[9] Dharwiyanti, Sri dan Wahono, Romi Satria. 2003. Pengantar Unified Modeling Language. IlmuKomputer.Com. Jakarta.
[10]Fowler, Martin.2005. UML Distilled Edisi 3. Penerbit Andi. Yogyakarta.
[11]Kadir, Abdul. 2004. Dasar Aplikasi Database MySQL Delphi. Penerbit Andi. Yogyakarta.
[12]http://www.icarz.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumlah View Saat Ini

Popular Posts