A. Tujuan Evaluasi
1)
Seberapa Jauh Sistem Berfungsi
2)
Efek Suatu Interface Bagi User
3)
Efek Suatu Interface Bagi User
B. Jenis-Jenis Evaluasi
Ada 2
jenis utama dari evaluasi, yaitu yang dilaksanakan pada kondisi Laboratorium,
dan yang dilaksanakan pada kondisi lingkungan kerja (Lapangan).
1)
Dalam kondisi Laboratorium (Laboratory)
Situasi pada laboratorium tidak dapat menggambarkan
situasi ruang kerja yang sebenarnya
dan terdapat beberapa orang yang tidak bisa bekerja pada kondisi di
laboratorium.
2)
Dalam kondisi lokasi kerja sebenarnya
Observasi pada lokasi kerja sebenarnya lebih baik
dilakukan daripada di laboratorium dan gangguan-gangguan yang terjadi pada
lokasi ini digunakan sebagai situasi yang mewakili situasi sebenarnya dan
digunakan untuk proses penyimpanan dan pengambilan selama tugas.
3)
Participatory Design
Adalah suatu pemikiran yang melibatkan keseluruhan
alur perancangan dan tidak hanya proses evaluasi saja. Perancangan ini dilakukan pada ruang kerja yang melibatkan pengguna
yang tidak hanya digunakan sebagai subyek percobaan tetapi juga sebagai anggota
yang aktif dalam team perancangan.
Participatory Design Mempunyai tiga karakteristik. Dan Beberapa metode untuk membantu
mengkomunikasikan informasi antara pengguna dan perancang.
C. Mengevaluasi
Perancangan
Evalusi
terjadi setelah terjadi proses perancangan. Evaluasi pertama system, idealnya
dilakukan sebelum implementasi dimulai. Jika perancangan dievaluasi, kesalahan
dapat dihindari karena perancangan sempat diperbaiki sebelumnya.
1) Cognitive
Walkthrough
Suatu usaha yang dilakukan untuk mengenalkan teori
psikologi kedalam bentuk informal dan subyektif atau dengan kata lain mempunyai
tujuan untuk mengevaluasi perancangan dengan melihat seberapa besar dukungan
yang diberikan ke pengguna untuk mempelajari beberapa tugas yang diberikan.
Pendekatan ini dikemukakan oleh Polson, dkk.
2) Heuristic
Evaluation
Diusulkan oleh Neielsen dan Molich, Hampir sama
dengan Cognitive Walkthrough tetapi sedikit teraturur dan sedikit terarah. Pada
pendekatan ini, sekumpulan criteria usabilityatau heuristic didefinisikan dan
perancangan dilaksanakan ketika criteria tersebut dilanggar.
3) Review
Based Evaluation
Evaluasi antara psikologi eksperimen dengan interaksi manusia dan komputer yang
menghasilkan hasil-hasil eksperimen yang baik dan pengalaman yang nyata.
Beberapa diantaranya dari domain khusus ke umum, tetapi kebanyakan berhubungan
issue generic dan teraplikasi pada berbagai situasi. Misalnya pada usability
dari tipe menu yang berbeda, Pemanggilan nama perintahdan pemilihan icon.
kenyataannya hasil eksperimen ini tidak dapat dipastikan mempertahankan keadaan yang tetap.
4) Model
Based Evaluation
Pendekatan terakhir untuk mengevaluasi perancangan
dengan mengkombinasi spesifikasi perancangan dan evaluasi ke dalam kerangka
kerja yang sama.
Contoh:
GOMS model, keystroke level model dan design rationale.
D.
Mengevaluasi Implementasi
Perbedaan yang besar dengan evaluasi perancangan
adalah keberadaan implementasi system yang ada dalam berbagai bentuk. Hal ini
dapat dimulai dari simulasi kemampuan interaktif dari suatu system, sebagai
contoh Wizard of Oz, melalui fungsi prototype dasar sampai dengan system
yang telah diimplementasi secara keseluruhan.
1)
Evaluasi
Eksperimen
Suatu metode yang sangat kuat dalam
mengevaluasi perancangan atau aspek dari perancangan addalah menggunakan
eksperimen yang terkontrol. Ini menyediakan kenyataan empiris untuk mendukung
klaim dan hipotesis.
factor-faktor dalam Evaluasi Eksperimen:
v
Subyek
ü
Pemilihan subyek sangat penting dalam beberapa
eksperimen.
ü
Harus setepat mungkin dengan keinginan user.
v
Variabel
ü
Independent Variabel
ü
Dependent Variable
v
Hypothesis
ü
Merupakan prediksi yang dihasilkan dalam
eksperimen.
ü
Masih menggunakan variable independent dan
dependent, dimana variasi di dalam independent variable akan menyebabkan
perbedaan pada dependent variable.
v
Perancangan Eksperimen
ü
Between-Groups (Randomized)
ü
Within-Groups
2)
Interview
Menginterview user tentang pengalaman mereka dengan
system interaktif yang menyediakan informasi secara langsung dan terstruktur. Keuntungannya
bahwa tingkat pertanyaan dapat disesuaikan dengan konteks dan evaluator dapat
lebih mendalami pertanyaan (sering pertanyaan “ mengapa …?” atau “bagaiman …?”)
untuk mengelaborasi aspek dari respon User.
3)
Questionnaire
Metode alternatif yang agak kurang fleksibel
dibandingkan dengan interview tetapi dapat meraih subyek yang banyak dan
membutuhkan waktu yang tidak lama.
Terdapat beberapa jenis questionnaire :
ü
General
ü
Open-ended
ü
Scalar
ü
Multi-choice
ü
Ranked
E.
Teknik Observasi
v
Think aloud
Cara yang popular dalam mengumpulkan informasi dengan melihat interaksi
user. Evaluator melihat dan merekam aksi pengguna-user (dengan berbagai
teknik). Konsekuensinya user ditanyai untuk mengelaborassi aksinya aksinya
dengan ‘Think Aloud’: menjelaskan: apa yang mereka percaya terjadi, mengapa
mereka mengambil tindakan, apa yang mereka coba kerjakan.
v
Analisa Protokol
v
Post-task walkthroughs
Suadh sering data didapat dari Observasi langsung
tanpa interpretasi. Kita memilih aksi dasar yang dapat digunakan, tetapi
sedikit pengetahuan tentang kenapa. Bahkan pada saat subyek didorong untuk
think aloud melalui tugas, informasi dapat saja berada pada level yang salah.
Misalnya pada saat subyek mengatakan ‘dan sekarang saya memilih menu undo’,
tetapi tidak mengatakan kesalahan apa yang dilakukan sehingga menu undo sangat
diperlukan.
F.
Memilih metode evaluasi.
Faktor yang membedakan teknik evaluasi:
v Design VS. Implementation
v Laboratory VS. Field studies
v Subyektif VS. Obyektif
v Qualitative VS Quantitative measures
v Informasi yang tersedia
v Kesiapan suatu tindakan
v Intrusiveness
v Sumber-sumber
Download versi Full and Lengkap. Disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar